Assalamualaikum semua. Ada satu perkongsian artikel yang menarik di sini. Artikel ini merupakan email daripada sahabat saya. Selamat membaca. Moga bermanfaat~ ^_^
Seorang guru mengunjungi salah seorang dari muridnya yang sejak kebelakangan ini kelihatan sedih dan murung."Kenapa kau akhir-akhir ini kelihatan murung dan tidak bermaya, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah ceria dan bersyukurmu?" tanya si guru.
"Guru, akhir-akhir ini hidup saya penuh dengan masalah. Sukar bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang bertimpa-timpa seakan2 tidak ada habisya, hidup ini sungguh sukar dan membosankan membuatkan saya tidak bermaya" jawab si murid muda. Sang Guru ketawa kecil sambil berkata "Nak, ambilkan aku segelas air dan dua genggam garam. Bawa kemari. Biar ku perbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak perlahan tanpa semangat. Ia melaksanakan permintaan gurunya itu dan kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
" Cuba ambil segenggam garam, dan masukkan ke dalam air di dalam gelas itu," kata Sang Guru. "Setelah itu cuba kau minum sedikit airnya."Si murid pun melakukannya. Wajahnya berkerut kerana masinnya air yang diminum itu."Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru."masin, terlalu masin dan perutku terasa mual," jawab si murid dengan wajah yang masih berkerut. Sang Guru tersenyum dan terus berkata "Sekarang kau ikut aku." dia membawa muridnya ke sebuah tasik berdekatan tempat mereka. "Ambillah garam yang segenggam lagi dan tebarkan ke dalam tasik ini."Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke tasik, tanpa bicara..
"Nah sekarang, cuba kau minum air tasik ini," kata Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir tasik. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air tasik, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air tasik yang dingin dan segar itu mengalir dikerongkongnya, Sang Guru bertanya "Bagaimanakah rasanya nak?""Hmm..Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan belakang tangannya. "Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?""Tidak guru, tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi.
Guru hanya tersenyum memerhatikan gelagat muridnya yang masih meminum air tasik itu."Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
"Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, sebegitu-sebegitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."Si murid terdiam, mendengarkan. "Tapi Nak, rasa 'masin' dari penderitaan yang dialami itu sangat bergantung kepada besarnya qalbu atau hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa derita, berhentilah dari menjadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu menjadi sebesar tasik."
0 comments:
Post a Comment
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment